Wisnu Prasetyo, - detikNews
Jakarta - Tujuh WNI anak buah kapal Charles 001
yang mengangkut batubara disandera kelompok
bersenjata di perairan Laut Sulu. Mereka dibawa dua
kelompok berbeda. Penyanderaan ini terjadi pada 20
Juni lalu.
Pemerintah segera bereaksi. Langkah cepat dilakukan
dengan membentuk crisis center.
"Tugas dari crisis centre yang dipimpin oleh Letjen
Eko Sesmenko yang pertama mengidetifikasi masalah
ini secara tajam yang kedua siapa yang melakukan
penyanderaan ini, yang ketiga apa kaitan
penyanderaan ini dengan yang lalu. Yang keempat
dimana posisi penyanderaan ini . Yang kelima
mereka mencari informasi untuk menghasilkan opsi
opsi apa yang akan kami lakukan," kata Menko
Polhukam Luhut Pandjaitan di kantornya, Kemenko
Polhukam, Jakarta, Jumat (24/6/2016).
Menurut Luhut, pihaknya baru mendengar laporan
lengkap pada pagi tadi. Lalu diambil langkah-langkah
penyelamatan.
Luhut juga memberi penjelasan mengenai informasi
yang sempat disampaikan sejumlah pejabat bahwa
informasi penyanderaan bohong.
"Kita belum tahu justru itu kita ingin verifikasi karna
sebelumya Menhub sudah berbicara sama Dubes
Filiphina bahwa pengamanan dari batas perairan
Indonesia ke perbatasan Filiphina dan dari Filipina ke
perbatasan perairan Indonesia , Filipina mengawal,"
jelas dia.
Soal penyanderaan ini, pihaknya belum melaporkan
ke Jokowi. "Belum perlu, baru pada level kami," tutup
dia. (dra/dra)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !