Imam Shalat Membaca Dari Mushaf al-Quran
fiqhmenjawab.net ~ Sebagian masjid Nahdliyin yang melaksanakan Tarawih dengan membaca dari Mushaf al-Quran memiliki dasar dari atsar Sayidah Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Namun dalam atsar tersebut tidak dicantumkan sanadnya, yang dikenal dengan istilah hadis Mu’allaq (biasanya ditulis di awal bab). Disinilah hebatnya sosok al-Hafidz Ibnu Hajar yang banyak berhasil me-washal-kan sanad yang tidak ditulis oleh Imam al-Bukhari.
Riwayat tersebut adalah:
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﻠﻴﻜﺔ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺃﻧﻬﺎ ﺃﻋﺘﻘﺖ ﻏﻼﻣﺎ ﻟﻬﺎ ﻋﻦ ﺩﺑﺮ ﻓﻜﺎﻥ ﻳﺆﻣﻬﺎ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺼﺤﻒ
“Dari Abu Bakar bin Abi Mulaikah dari Aisyah, bahwa beliau memerdekakan budak (Dzakwan) miliknya secara Mudabbar (istilah dalam jenis budak). Budaknya menjadi imam dari Aisyah di bulan Ramadlan dengan membaca dari Mushaf.”
Dari riwayat ini al-Hafidz Ibnu Hajar menampilkan pendapat ulama yang memperbolehkan:
ﻗﻮﻟﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺼﺤﻒ اﺳﺘﺪﻝ ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺟﻮاﺯ ﻗﺮاءﺓ اﻟﻤﺼﻠﻲ ﻣﻦ اﻟﻤﺼﺤﻒ
“Membaca Dari Mushaf” hal ini dijadikan dalil kebolehan orang yang salat membaca dari Mushaf.” (Fath al-Bari Syarah Sahih al-Bukhari, 2/185) [Ustadz Ma’ruf Khozin]
Dalam kitab Al Majmu’, Imam Nawawi berkata:
( فرع )لو قرأ القرآن من المصحف لم تبطل صلاته سواء كان يحفظه أم لا بل يجب عليه ذلك إذا لم يحفظ الفاتحة كما سبق ، ولو قلب أوراقه أحيانا في صلاته لم تبطل ، ولو نظر في مكتوب غير القرآن وردد ما فيه في نفسه لم تبطل صلاته وإن طال ، لكن يكره ، نص عليه الشافعي في الإملاء وأطبق عليه الأصحاب
وحكى الرافعي وجها أن حديث النفس إذا طال أبطل الصلاة وهو شاذ ، والمشهور الجزم بصحتها
ونقله الشيخ أبو حامد عن نصه في الإملاء وهذا الذي ذكرناه من أن القراءة في المصحف لا تبطل الصلاة مذهبنا ومذهب مالك وأبي يوسف ومحمد وأحمد ، وقال أبو حنيفة : تبطل
(Cabang) Bila seseorang membaca dari mushaf, maka shalatnya tidak batal. Baik dia hafal atau tidak hafal. Bahkan wajib membaca dari mushaf bila tidak hafal surat Al-Fatihah. Meski sesekali membolak-balik halaman, tidak membatalkan. Jika melihat sesuatu yang tertulis selain al Qur’an dan mengulang-ulanginya dalam hatinya maka tidak batal sholatnya walaupun dalam waktu yang lama, akan tetapi makruh, ini adalah nash Imam Syafi’i dalam kitab al Imla’.
Imam Rofi’i menceritakan satu pendapat bahwa berbicara dalam hati jika lama maka bisa membatalkan sholat, ini adalah pendapat syadz, yang masyhur adalah sah sholatya.
Imam Ghozzali menukil dari nasnya kitab al Imla’ tentang membaca al qur’an dalam mushaf tidak membatalkan sholat adalah menururt madzhab kami (Syafi’i ), madzhab Maliki, Abu Yusuf, Muhammad dan Ahmad, sedangkan menururt Imam Abu Hanifah berkata bahwa membaca Qur’an dengan mushaf dalam sholat bisa membatalkan sholat.
Wallohu a’lam.
Oleh: Nasyit Manaf dari berbagai sumber
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !