PERTANIAN-Waduk Paya Seunara Segera Digenangi

Jumat, 24 Juni 2016

Waduk Paya Seunara Segera Digenangi

Dana Aditiasari - detikFinance

Jakarta - Satu lagi waduk di Indonesia menunggu
proses penggenangan. Waduk tersebut adalah
Waduk Paya Seunara di Sabang, Aceh. Penggenangan
waduk ini merupakan bagian dari program
penggenangan 6 waduk yang sedianya dilakukan
pada tahun 2015.
Sebelumnya, sudah ada waduk yang mengalami
penggenangan yaitu, Waduk Jatigede di Sumedang,
Waduk Titab-Ularan di Kabupaten Buleleng, Waduk
Rajui di Kabupaten Pidie, Waduk Nipah di Sampang
dan Waduk Bajulmati di Banyuwangi.
"Segera menyusul Waduk Paya Seunara di Sabang,"
ujar Kepala Pusat Bendungan, Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
Imam Santoso kepada detikFinance, Selasa
(14/6/2016).
Waduk ini punya arti penting bagi masyarakat
Sabang, dan juga masyarakat Pulau Weh pada
umumnya. Kebutuhan air baku di kawasan ini sangat
penting lantaran sumber air utama Pulau Weh yakni
Danau Anak Laut semakin hari semakin turun
ketersediaan airnya karena ada kebocoran saat
gempa.
"Sehingga ini akan menjadi sumber air baku baru.
Waduk ini akan menampung air dari Sungai Paya
Seunara sampai 10 juta meter kubik. Air baku yang
disediakan bisa mencapai 125 liter/detik," pungkas
dia.
Tubuh bendungan pada waduk ini dibangun oleh PT
Inaco Harapan-PT Inaco Putra Perkasa dengan nilai
kontrak konstruksi mencapai Rp 37,9 miliar.
Waduk yang berada di aliran Sungai Paya Senara ini
memiliki luas area genangan mencapai 111,14 ha.
Penggenangan Waduk Paya Seunara Tunggu
Lebaran
Waduk Paya Seunara bakal digenangi dalam waktu
dekat. Namun Prosesnya masih terkendala oleh
proses pembebasan lahan yang belum tuntas.
"Ada dua lahan yang belum bebas. Yang pertama itu
3 ha milik warga, dan 1 ha milik TNI Angkatan Laut.
Jadi penggenangannya tunggu proses pembebasan
lahan tersebut," tambahnya.
Imam menjelaskan, masyarakat sendiri sebenarnya
sudah secara sukarela meninggalkan area waduk dan
bersedia menerima ganti rugi yang diberikan.
Buktinya, dari 32 kepala keluarga yang sebelumnya
tercatat belum bersedia pindah, saat ini hanya tinggal
tersisa 10 kepala keluarga saja.
"Yang 10 ini juga sebenarnya sudah setuju. Hanya
saja, mereka minta dibolehkan tinggal sampai
Lebaran. Karena belum dapat rumah baru dan sulit
pindahan saat kondisi puasa seperti saat ini," jelas
Imam.
Sementara untuk tanah milik TNI Angkatan Laut
hanya tinggal menunggu proses administrasi saja.
"Karena itu tanah negara jadi tidak perlu ganti rugi.
TNI Angkatan Laut cuma minta perubahan status
penguasaan lahannya saja. Yang tadinya Punya TNI
AL jadi punya Kementerian PUPR. Agustus
keliatannya sudah beres. Jadi paling lambat Agustus
bisa mulai masuk proses penggenangan," pungkas
dia.
(dna/feb)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sendang Kalangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger