POLITIK-SBY Berkicau Minta Perlindungan, Jusuf Kalla Beberkan SBY Dikawal 60 Anggota Paspamres

Selasa, 07 Februari 2017

SBY Berkicau Minta Perlindungan, Jusuf Kalla Beberkan SBY Dikawal 60 Anggota Paspamres bali.tribunnews.com Feb 7, 2017 1:35 PM SBY Berkicau Minta Perlindungan, Jusuf Kalla Beberkan SBY Dikawal 60 Anggota Paspamres Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Menanggapi cuitan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun twitternya yang meminta keadilan dan keselamatan saat rumah pribadinya digeruduk ratusan mahasiswa. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan seorang mantan presiden saat ini dikawal 60 anggota pasukan pengaman presiden. "Pengamanan itu sudah ada, setiap mantan pimpinan itu sudah dikawal 60 orang Paspamres," jelasnya kepada wartawan di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (7/2/2017) JK mengatakan keprihatinannya dengan demonstrasi di depan rumah SBY. Ia meminta kepada masyarakat untuk dapat menghormati pemimpin sesuai dengan aturan yang ada. Sebagai informasi, SBY memiliki rumah baru yang diberikan pemerintah atas nama negara di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan. Letaknya tepat di belakang Kedutaan Besar Qatar. Dalam kicauannya, SBY menyatakan kediamannya tersebut didatangi ratusan orang berunjuk rasa. "Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," tulis SBY dalam akun twitternya, Senin (6/2/2017). Dalam kicauannya berikutnya, SBY mempertanyakan terjadinya pelanggaran terhadap UU Penyampaian Pendapat Dimuka Umum No 9 tahun 1998. SBY seakan tidak terima larangan melakukan unjuk rasa dikomplek kediaman atau pemukiman ditabrak begitu saja tanpa ada upaya pencegahan. "Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya," ujar SBY. Kemarin, SBY katakan dalam twitternya mendengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi dan agitasi terhadap mahasiswa untuk "Tangkap SBY". "Saya bertanya kepada Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki?" demikian SBY mempertanyakannya. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah SWT," tulis SBY lagi. Report a problem.

NUSANTARA-Setelah Cuitan SBY Viral, Kaesang Buat Kuis 'Singkatan Mantan' di Twitter, Ini Jawaban Kocak Netizen

Setelah Cuitan SBY Viral, Kaesang Buat Kuis 'Singkatan Mantan' di Twitter, Ini Jawaban Kocak Netizen - TribunSolo.com solo.tribunnews.com Feb 7, 2017 8:23 AM Setelah Cuitan SBY Viral, Kaesang Buat Kuis 'Singkatan Mantan' di Twitter, Ini Jawaban Kocak Netizen Kaesang Pangarep TribunSolo.com/Hanang Yuwono TRIBUNSOLO.COM - Tweets atau kicauan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) viral di media sosial Twitter. Dalam tweet tersebut, SBY menuliskan ia sedang didemo oleh ratusan orang di rumahnya, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017). Berikut salah cuitan SBY yang lantas mendapatkan komentar dari pengguna Twitter hingga viral di dunia maya dan jadi perbincangan publik. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*" Selang beberapa jam setelah cuitan mantan presiden tersebut mengundang beragam respons netizen, ada lagi sebuah kicauan viral di Twitter. Status tersebut dibuat oleh putra Joko Widodo, Kaesang Pangarep selang lima jam setelah cuitan SBY. Bedanya, Kaesang menggunakan kalimat jenaka lewat status berwujud kuis. Dalam cuitannya tersebut, Kaesang juga menyertakan akun Twitter Markobar dan Chilli Pari. Ia menjanjikan voucher makan markobar gratis, asalkan bisa menjawab pertanyaan berupa singkatan mantan. "Saya dan @Chilli_Pari punya voucher @markobar1996 GRATIS. Cukup jawab pertanyaan berikut: "mantan" adalah singkatan dari? *GRR*," tulis Kaesang, Senin (6/2/2017). Sontak, postingannya tersebut kemudian mengundang komentar dari pengguna Twitter. Beberapa netizen menjawab pertanyaan Kaesang dengan jawaban kocak. @gevilano : "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 MAsih ingiN diperhaTikAN." @Paramecwara: "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 manusia tanpa jabatan." ‏@BeniSetyawan: "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 mantan : masih berdebar kalo deketan." @kotakkhotik: "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 MANTAN; MAu Nyari perhaTiAN." @myouihana: "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 MAu Nikah TApi siNgle." @saya_adalahh: "@kaesangp @Chilli_Pari @markobar1996 MANusia dari paciTAN." Cuitan Kaesang tersebut sudah diretweet sebanyak 140 kali dan disukai hingga 127. Hingga berita ini diturunkan TribunSolo.com, kicauan anak Presiden RI itu juga sudah direply hingga 355 kali. (*) Report a problem.

NUSANTARA-Pertanyaan Ganjil Saat Polisi Mendata Para Ulama

Pertanyaan Ganjil Saat Polisi Mendata Para Ulama cnnindonesia.com Feb 7, 2017 10:32 AM Pertanyaan Ganjil Saat Polisi Mendata Para Ulama Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin memerintahkan anak buahnya mendata seluruh alim ulama yang berpengaruh di Jawa Timur, menjadi perhatian publik. Apalagi bagi kalangan ulama di Jawa Timur, yang dikenal sebagai basis Nahdlatul Ulama. Machfud mengeluarkan perintah itu lewat surat telegram nomor ST/209I/2017/RO pada Senin (30/1) lalu. Dalam surat telegramnya yang ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Timur Komisaris Besar NS Wibowo, Machfud menjelaskan bahwa pendataan ulama dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga untuk menjaga hubungan baik antara ulama dan jajaran Polda Jawa Timur. Namun, bila melihat selebaran pendataan yang digunakan kepolisian, ada tiga pertanyaan ganjil muncul yakni meminta ulama untuk menyebutkan jabatan di pemerintahan yang pernah atau sedang diemban, pejabat pemerintahan yang pernah berkunjung ke pesantren, serta afiliasi atau arah hubungan politik. Pertanyaan ini mengingatkan langkah rezim Orde Baru. Kala itu, langkah seperti ini kerap dilakukan untuk memutus "mata rantai" pihak-pihak yang diduga berpotensi menjadi pemberontak atau berseberangan dengan pemerintah. Informasi mengenai afiliasi politik, latar belakang keluarga, hingga organisasi menjadi hal yang tak luput ketika seseorang mendaftar calon pegawai negeri sipil (PNS), tentara, kiai, tenaga pengajar, dan pelajar. Identitas latar belakang seseorang menjadi penting dan tak boleh bertentangan dengan rezim di bawah pimpinan Soeharto. “Jika Polda Jatim membiarkan ini menjadi bola api panas yang dibiarkan terus bergulir bukan tidak mungkin persepsi akan kembalinya rezim orde baru bahkan rezim komunis semakin nyata dan nampak di permukaan,” kata Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis seperti dikutip dari situs nu.or.id. Tokoh Nahdlatul Ulama Masdar Farid Mas'udi meminta polisi segera menjelaskan tujuan pendataan ulama tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan ulama di Jawa Timur. Masdar mengatakan polisi seharusnya tidak perlu melakukan pendataan ulama. Sebab, data ulama secara kependudukan telah dimiliki oleh pemerintah provinsi. Bahkan, data para ulama pun bisa diperoleh dari data daftar pondok pesantren yang dimiliki oleh Kementerian Agama wilayah Jawa Timur. "Saya kira harus dijelaskan itu tujuannya apa. Kalau tidak bisa menimbulkan dugaan yang tidak tepat dan menimbulkan keresahan," kata Masdar kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/2). Begitu juga dengan Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng Fahmi Amrullah. Meski telah mengisi data ulama yang diminta oleh polisi, ia menyatakan belum memahami tujuan dari pendataan itu dilakukan. Menurutnya, polisi tidak menjelaskan tujuan dari pendataan tersebut saat menemui dirinya. "Saya pribadi tidak keberatan, cuma mempertanyakan ini untuk apa? Tebuireng sudah diketahui banyak orang dan terkenal," ujar Fahmi. Sementara itu Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan pendataan ulama merupakan upaya Polda Jawa Timur untuk bersinergi dengan ulama. Selain itu, menurutnya, pendataan ini juga merupakan bagian dari langkah polisi untuk memperbaharui data para ulama di Jawa Timur. Sehingga, Polda Jawa Timur lebih mudah mengundang para ulama untuk menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan. "Jadi pendataan yang dimaksud untuk lebih mendapatkan data yang akurat dari tiap-tiap Polres keberadaan alim ulama," kata Boy di Markas Besar Polri, Senin (6/2). Tanda Tanya Ganjil Saat Polisi Mendata Para Ulama Peserta Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. ( ANTARA FOTO/Syaiful Arif) Domain Kementerian Agama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta Polda Jawa Timur menghentikan pendataan ulama. Menurutnya, pendataan ulama merupakan domain Kementerian Agama, bukan institusi kepolisian. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan tiga peraturan perundang-undangan, yakni Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kemeneterian Agama ttg tugas pokok Kementrian Agama, Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama, dan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. "Berdasarkan tiga landasan itu, pendataan ulama seharusnya dilakukan oleh Kementerian Agama yang kemudian berkoordinasi dengan polisi tentang data para ulama dan alasan peruntukan polisi meminta serta memperoleh data tersebut," kata Sodik dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/2). Politikus Partai Gerindra ini pun menilai, pendataan ulama secara langsung tanpa koordinasi atau pendampingan Kementerian Agama menunjukkan arogansi dan buruknya koordinasi institusi kepolisian. Langkah itu, menurutnya, justru menimbulkan keresahan dan bertentangan dengan tugas pokok serta fungsi polisi untuk memelihara keamanan, ketertiban, dan melindungi masyarakat. Sodik juga menyesalkan sikap Kementerian Agama yang malah membiarkan tugas pokok dan fungsinya dilaksanakan oleh institusi kepolisian. Ia menilai, Kementerian Agama tidak memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada para ulama sebagai warga negara dan salah satu aset penting bangsa. "Kementerian Agama harus segera mengambil alih langkah pendataan ulama dan mendesak insititusi kepolisian untuk menyerahkan pendataan ulama kepada Kementerian Agama," katanya. Report a problem.

NUSANTARA-Inikah Juara Tweet Kocak Saya Bertanya SBY? Netizen Sampai Ngakak

Inikah Juara Tweet Kocak Saya Bertanya SBY? Netizen Sampai Ngakak - TribunJatim.com

jatim.tribunnews.com
Feb 7, 2017 7:49 AM
Inikah Juara Tweet Kocak Saya Bertanya SBY? Netizen Sampai Ngakak
Kicauan SBY jadi viral di Twitter gara-gara kalimat 'Saya bertanya'. 
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kicauan Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat membuat heboh para pengguna Twitter, Senin (6/2/2017).
Saat itu, SBY membuat sejumlah cuitan yang menjelaskan bahwa rumah pribadinya tengah diserbu ratusan orang.
"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY di tweet pertama.
"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri,dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*," lanjutnya pada tweet keempat.
Ternyata, tweet keempat itu mendapat respon yang luar biasa dari netizen di Twitter.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, sudah banyak tweet kocak dan meme tentang kalimat "Saya bertanya".
"#SayaBertanya kpd Bapak Presiden dan Pak Kapolri, kenapa PDKT aja udah ditolak padahal nembak aja belum? apakah perasaan saya sudah disadap?" kicau pemilik akun @emilli0.
"#SayaBertanya kpd bapak presiden dan kapolri, kenapa iklan bear brand susunya sapi, gambarnya beruang, iklannya naga?" tulis @aniqmoha.
"#SayaBertanya, kalau saya nggak hafal nama2 ikan apakah saya masih boleh ikutan kuis berhadiah sepeda?" ujar @yennywahid.
Tapi, diantara itu semua, setujukah kalian jika kicauan ini adalah juara tweet kocak #SayaBertanya?


POLITIK-Soal Aksi 112, Ini Sikap Pemuda Muhammadiyah

Soal Aksi 112, Ini Sikap Pemuda Muhammadiyah

republika.co.id
Feb 7, 2017 3:46 PM
Ketum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tidak akan menginstruksikan kadernya ikut dalam aksi 11 Februari 2017. Dahnil justru berharap Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI selaku inisiator aksi mempertimbangkan kembali rencana tersebut.
“Agaknya GNPF harus mempertimbangkan dengan matang,” ujar Dahnil kepada Republika.co.id, Selasa (7/2).
Menurut Dahnil, jangan sampai perjuangan yang ikhlas dan murni untuk marwah umat dicederai dan kontraduktif oleh pihak yang tidak senang dan berusaha menyudutkan umat Islam. Terlebih, kata Dahnil, tanggal 11 Februari berdekatan dengan agenda Pilkada serentak yang rawan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Seperti diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berencana menggelas aksi pada 11 Februari 2017 atau 112 mendatang. Mereka berencana akan berkumpul di Masjid Istiqlal kemudian menuju Monas dan berjalan ke HI kemudian  kembali lagi ke Monas untuk membubarkan diri.
Namun, Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan menegaskan akan membubarkan masyarakat yang memaksakan diri ikut aksi 112. Polisi akan membubarkan aksi tersebut sesuai dengan perundang-undangan nomor 9 tahun 1998.
Beberapa organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah juga tak akan menginstruksikan warganya untuk ikut aksi. Seperti yang dinyatakan oleh PCNU Solo dan Pimpinan Pengurus Daerah Muhammadiyah Surakarta.


PEMERINTAH-Gelontorkan Triliunan Rupiah, Apa Tujuan Jokowi Bangun Trans Papua?

Gelontorkan Triliunan Rupiah, Apa Tujuan Jokowi Bangun Trans Papua?

detik.com
Feb 7, 2017 2:55 PM
Gelontorkan Triliunan Rupiah, Apa Tujuan Jokowi Bangun Trans Papua?
Jakarta - Pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.330,07 kilometer (km). Sepanjang tahun 2016 saja, anggaran yang dialokasikan untuk Trans Papua mencapai Rp 2,15 triliun yang terdiri dari Rp 739 miliar untuk perawatan atau preservasi jalan sepanjang 1.719,46 km, Rp 834,8 miliar untuk 151,34 km pembangunan jalan baru, dan pembangunan jembatan sebesar Rp 579,4 miliar.
Sedangkan untuk tahun 2017, alokasi anggaran untuk Trans Papua adalah sebesar Rp 2,55 triliun yang terdiri dari Rp 917,4 miliar untuk perawatan atau preservasi jalan Rp 890 miliar untuk pembangunan jalan baru, dan Rp 749,5 miliar untuk pembangunan jembatan.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto mengatakan hal tersebut dilakukan untuk melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia.
"Kalau dilihat IRR-nya, kita tidak akan pernah bangun ini Papua. Tapi kita kan NKRI. Kemudian bagaimana mengembangkan semua potensi. Kalau enggak, semuanya kan pembangunan jadi di Jawa terus, kalau kita mengikuti ekonominya," katanya kepada detikFinance saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Lantas setelah dibangun, bagaimana pemanfaatan Trans Papua sejauh ini?
"Kemarin saya ke sana, walaupun jalan masih pakai urugan pilihan (jalan tanah bercampur kerikil pilihan) di sana, tapi sekarang guru-guru sudah ucapkan terima kasih. Para medis juga. Tadinya mereka ke sana harus 3 hari, jalan kaki, tembus gunung dan lain-lain. Ini artinya ketimpangan Indonesia Timur dan Barat mulai terkikis," tutur Arie.
Yang berikutnya adalah potensi efisiensi distribusi barang. Jika dulu mendatangkan batu ke Merauke harus dari Palu, maka saat ini sumber pasokan batu bisa diambil dari wilayah di Wamena yang memiliki sumber daya yang cukup. Adanya jalan yang sudah terfasilitasi membuat distribusi barang lebih mudah.
Jalur distribusi barang yang tadinya lewat udara pun kini bisa ditempuh via darat. Semua hal ini akan membuat biaya operasional dapat ditekan, dan wilayah sekitarnya akan tumbuh sumber perekonomian baru.
"Begitu pula dengan potensi perikanan, perkebunan di sana akan berkembang. Dan itu enggak linear, tapi eksponensial atau cepat sekali. Jadi yang tadinya pakai udara, kita nanti akan pakai udara. Jadi biaya transportasi turun, harga-harga akan murah," jelas Arie.
Dengan terbangunnya konektivitas, pemerintah juga berencana membangun kawasan pariwisata yang kini dapat dilalui lewat jalur darat. Salah satunya adalah kawasan Taman Nasional Lorentz di Papua. Taman ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.
"Makanya saya dengan Menteri Pariwisata mau membuat jalan-jalan yang sudah dibuka ini untuk jadi daerah tujuan wisata. Ini kita lebih bagus dari pada Swiss. Karena kita ada Taman Nasional Lorentz. Begitu juga wilayah lainnya," papar Arie.
"Di situ ada danau yang bagus view-nya, keanekaragaman hayatinya. Misalnya kita bangun Jembatan Holtekamp. Kan sayang hanya bangun jembatan saja. Kenapa enggak kita bikin pariwisata. Ini kan sudah buka, kita perlu bangun listrik. Yang tadinya mau bangun bendungan susah, sekarang aksesnya kan sudah bagus," tukasnya. (ang/ang)


NUSANTARA-Candaan Kaesang Saya Bertanya ke Presiden dan Kapolri Viral

Candaan Kaesang Saya Bertanya ke Presiden dan Kapolri Viral

detik.com
Feb 7, 2017 2:42 PM
Candaan Kaesang Saya Bertanya ke Presiden dan Kapolri Viral
Jakarta - Status yang diunggah putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep di Facebook viral. Dia membahas soal 'saya bertanya kepada bapak Presiden dan Kapolri'.
Dilihat detikcom, status 'saya bertanya kepada bapak Presiden dan Kapolri' itu diunggah di Facebook Kaesang seperti dilihat detikcom, Selasa (7/2/2017) siang.
"Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah rasa sakit karena mencintai diam-diam itu ditanggung oleh BPJS?," tulis Kaesang. Cuitannya itu pun mengundang berbagai reaksi dari netizen.
Per pukul 11.41 WIB ini, status yang diunggah Kaesang tersebut sudah dishare netizen lebih dari 700 kali dan dikomentari lebih dari 270 kali. Di status-status sebelumnya, dia nampak sedang membahas topik soal mantan.
Kemarin, hastag #SayaBertanya sempat jadi trending topic di Twitter.


INTERNASIONAL-Hiii… Tampang Menyeramkan Ajudan Hitler yang Membantai 1,1 Juta Kaum Yahudi Dirilis di Internet

Hiii… Tampang Menyeramkan Ajudan Hitler yang Membantai 1,1 Juta Kaum Yahudi Dirilis di Internet

trend.fajar.co.id
Feb 7, 2017 3:40 AM
FAJAR TREND – Foto-foto tampang ajudan Hitler yang menjadi dalang pembasmian 1,1 juta kaum Yahudi di Auschwitz, dirilis untuk pertama kalinya di internet.
Tak hanya itu, namun nama-nama serta foto dari 10.000 penjaga kamp-kamp konsentrasi Nazi juga turut dirilis.
Dilansir dari Mirror, Institut Sejarah Nasional Polandia mengambil langkah berani untuk upaya mereka membuktikan keyakinan palsu bahwa banyak ajudan yang berasal dari Polandia.
Gottfried Paggen, lahir di Mönchengladbach, Jerman, berusia 47 tahun saat PD II usai, membuatnya jadi ajudan tertua Hitler.
Fischer dulunya adalah seorang apoteker di Sudetenland (sebuah daerah di Republik Ceko).
Maranca bekerja sebagai tukang ledeng sebelum kembali dipanggil menjadi ajudan Hitler saat usia 53 tahun, 1944 silam.
Robert Negy termasuk ke dalam salah satu ajudan Hitler yang bukan beretnis Jerman. Ia adalah orang Hungaria.
Sebelum PD II, Gunesh adalah seorang petani di Rumania.
Rich Lamb adalah seorang penambang batu bara sebelum PD II.
Walter Salawey dihukum lantaran kejahatan perangnya oleh pengadilan Krakow.
Horst Panitzsch adalah mantan pasukan muda Hitler, yang dipromosikan menjadi ajudannya dari Wehrmacht, 1944.
K. Bistritz berpose mengenakan seragam lama.
Didominasi oleh warga Jerman, para ajudan dulunya bekerja sebagai tukang sepatu, petani, dan tukang daging, sebelum ambil bagian dalam pasukan elit Hitler dalam Perang Dunia II.
“Ini baru fase awal. Dengan database ini, kami sedang memulai pelaksanaan proyek besar,” ujar Presiden IPN, Jaroslaw Szarek, saat konferensi pers di Kraków, Polandia, dilansir dari Radio Polandia.
“Kami memulai proyek dengan kamp konsentrasi Auschwitz. Tetapi kami berencana untuk memperluas database yang datanya diambil dari kamp-kamp konsentrasi Nazi lainnya,” tambah Szarek.
Hitler menyerbu Polandia pada 1939 dan di tahun berikutnya, memerintahkan anak buahnya untuk membangun kamp konsentrasi di Auschwitz.
Setelah Perang Dunia II usai, 1,1 juta tahanan di kamp itu tewas dibantai anak buah Hitler.


POLITIK-Hoax KH Said Aqil Ikut Istiqotsah Ahok, Ahmad Dhani: Masih Saja Ada NU yang Belum Tobat!

Hoax KH Said Aqil Ikut Istiqotsah Ahok, Ahmad Dhani: Masih Saja Ada NU yang Belum Tobat!

intelijen.co.id
Feb 6, 2017 1:25 PM
KH Said Aqil Siradj (ist)

intelijen – Musisi kondang Ahmad Dhani Prasetyo kembali mengeluarkan pernyataan keras yang tertuju kepada pihak-pihak yang mengklaim sebagai Nahdliyin, tetapi masih mendukung cagub DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Masih aja ada NU yang belum tobat……Nunut Urip kok segitunya,” tegas Dhani di akun Twitter ‏@AHMADDHANIPRAST.
Sebelumnya, ‏@AHMADDHANIPRAST sempat menulis: “Atas Penistaan kepada KH Makruf Amin , sudah saatnya mereka yang anggap dirinya Kyai NU yang dukung Ahok untuk TOBAT – Abu AL Ghazali.”
Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengeluarkan sikap mendukung pernyataan tegas PBNU soal sikap tidak etis Ahok, terhadap Rois Aam PBNU, KH Maruf Amin.
“PWNU DKI mendukung pernyataan tegas Ketua Tanfidziah PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, bahwa saudara Ahok bersalah dan masyarakat NU DKI tidak akan memilih Ahok,” demikian sikap PWNU DKI yang ditandatangi Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH. Mahfudz Asirun, dan Wakil Ketua Tanfidziah PWNU DKI Jakarta, KH. Munahar Mukhtar (05/02).
PWNU DKI Jakarta juga membantah memiliki kaitan dengan acara Istighosah Kebangsaan Warga Nahdliyin DKI Jakarta yang dihadiri Ahok pada Minggu malam (05/02).
“Bahwa acara ini tanpa sepengetahuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PWNU DKI. PWNU DKI tersinggung dan tetap mengecam keras perlakuan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan pengacaranya terhadap Rois Am PBNU KH. Ma’ruf Amin,” tulis petinggi PWNU Jakarta itu.
Tak hanya PWNU DKI, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirodj, sendiri membantah berita running text stasiun Metro TV yang menyebutkan bahwa dirinya akan menghadiri istighosah yang dihadiri salah satu calon gubernur DKI Jakarta.

Related Posts



POLITIK-13 Februari Ahok Jadi Gubernur Lagi, Ini 'Ancamannya' ke PNS DKI Jakarta

13 Februari Ahok Jadi Gubernur Lagi, Ini 'Ancamannya' ke PNS DKI Jakarta

manado.tribunnews.com
Feb 6, 2017 9:11 PM
TRIBUNMANADO.CO.ID-Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana merombak struktur jabatan pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta. Hal itu akan dilakukannya setelah aktif kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 13 Februari 2017.
"Perombakan (PNS), kami pakai angka, enam bulan saya kasih kesempatan. Jadi jangan bilang saya dendam sentimen, ini kaya rapor saja," kata Ahok, di sela-sela kampanyenya di Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017).
Ahok meyakini, PNS yang rajin dan baik kinerjanya tidak akan stres menghadapi penilaian atau perombakan. Namun sebaliknya, pegawai yang malas akan stres menghadapi perombakan.
"Justru saya mengadilkan administrasi, jangan bilang saya bikin stres (PNS). Jadi kalau (pegawai) yang enggak lulus (penilaian) harus ganti pemain," ucap Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga tak mempermasalahkan kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono yang kembali mempromosikan pegawai yang telah dijadikan staf.
Awal Januari 2017, Sumarsono merombak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI. Ada sebanyak 5.038 pejabat DKI yang dirombak Sumarsono.
"Misalnya, ada guru baik hati, kamu enggak naik kelas jadi dinaikin kelas. Begitu ketemu guru benar, apa kamu naik kelas? Ya turun kelas, jadi santai aja," kata Ahok.
Ahok bersama wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, cuti kampanye Pilkada DKI sejak 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017.
Selama masa kampanye, posisi Ahok dan Djarot digantikan sementara oleh Sumarsono.


HUKUM-Heboh, Polisi Tangkap Seorang Penyanyi di Kampanye Irwandi

Heboh, Polisi Tangkap Seorang Penyanyi di Kampanye Irwandi

portalsatu.com
Feb 6, 2017 7:22 PM
Fauzan (pakai topi) diciduk polisi usai menghibur massa Irwandi Yusuf. @Sirajul Munir
Fauzan (pakai topi) diciduk polisi usai menghibur massa Irwandi Yusuf. @Sirajul Munir
LHOKSEUMAWE - Fahmi Fauzan, salah satu penyanyi Aceh diciduk polisi sesaat usai menghibur massa kampanye Irwandi Yusuf di Lapangan Bayu, Aceh Utara, Senin, 6 Februari 2017. Pria yang turut menjadi timses Irwandi Yusuf tersebut ditangkap tepat di belakang panggung oleh Resmob Polres Lhokseumawe.
Penangkapan itu sempat menimbulkan ketegangan antara sejumlah tim sukses Irwandi Yusuf dengan pihak kepolisian. Mereka menghalangi aparat hukum saat hendak memboyong Fahmi Fauzan ke dalam mobil.
Kejadian itu juga membuat sebagian massa yang sedang berkumpul di tengah lapangan, berlarian ke arah jalan depan Masjid Bayu. Namun, ketegangan itu berakhir setelah Fahmi Fauzan berhasil dimasukkan ke dalam mobil, dan langsung dibawa ke Mapolres Lhokseumawe melalui jalan Pasar Bayu.
“Ada ribut-ribut di depan masjid, saya dan anak-anak mau lihat, rupanya ada polisi tangkap orang, saya tidak tahu siapa yang ditangkap,” ujar  seorang ibu-ibu yang sempat melihat ada polisi berpakaian preman membawa masuk Fahmi Fauzan.
Hal sama juga diakui seorang Timses Irwandi yang melihat Fauzan dibawa ke arah jalan, setelah turun dari panggung. Namun, pemuda berpakaian orange tersebut tidak tahu persoalan apa sehingga penyanyi itu ditangkap.
“Kami pikir ada provokator, rupanya bapak-bapak itu mengaku polisi untuk menangkap Fauzan, masalah apa saya tidak tahu ,” ujar pria tersebut.[]
Laporan: Sirajul Munir


POLITIK-Gawat! Stiker PDIP Lumbung PKI Beredar Luas

Gawat! Stiker PDIP Lumbung PKI Beredar Luas

sumut.pojoksatu.id
Feb 7, 2017 6:26 AM
Stiker PDIP PKI beredar jelang Pilkada
Stiker PDIP PKI beredar jelang Pilkada
POJOKSUMUT.com, ACEH- Pemilihan Umum Kepada Daerah benar-benar menyita perhatian publik. Persinggungan dalam kampanye terus berlanjut jelang hari pemungutan suara.
Tidak hanya di Pilkada DKI, tapi juga merembet ke daerah lain. Seperti yang terjadi di Bener Meriah, Aceh.
Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) melaporkan, stiker “HATI-HATI JANGAN SALAH PILIH PDI Perjuangan Lumbung PKI” beredar luas.
Peredaran stiker bernuansa provokasi itu di jalan wilayah Pinturime Gayo dan Timang Gajah, pada Senin (6/2).
Stiker itu berukuran 15×22 centimeter (cm), warna latar merah, gambar Palu Arit, lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).
Parahnya lagi stiker ini terdapat gambar dari pasangan calon bupati-wakil bupati Bener Meriah, nomor urut 1 Ridwan MT – Ridwansyah, nomor urut 2 H Misriadi MS (mantan anggota DPRK Bener Meriah dari PDIP).
Selain gambar pasangan calon kepala daerah, stiker itu itu juga memuat foto presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), anggota DPR dari PDIP Dapil Aceh II Tagore AB dan disertai lambang PDI Perjuangan.
Kasus ini sudah diketahui Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri. Dia berharap seluruh warga tidak terprovokasi. Agar kasus ini tidak meluas, Deden Somantri pun mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini.
“Dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kita telah menyebar anggota untuk menyelidiki kasus penyebaran tersebut,” kata Deden seperti yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Selasa (7/2).
Deden juga meminta warga yang mengetahui dan melihat insiden penyebaran stiker itu untuk segera melaporkan ke pos polisi terdekat.
Sebab perbuatan itu merupakan tindakan melanggar hukum, serta pelanggaran Pilkada berdasarkan undang-undang Nomor 10 tahun 2016. Ia mengajak semua pihak bekerja sama mengungkap kasus.
Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) setempat, juga terus berupaya menyelidikinya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan membenarkan adanya temuan selembaran itu. Akan tetapi pihaknya belum dapat memastikan apakah selembaran itu berkaitan dengan Pilkda di Aceh, karena kasus itu masih dalam penyelidikan.
“Kasus ini sedang kita tangani, baru proses penyelidikan terhadap pelaku, kalau terkait dengan selebaran itu sudah kita sita,” sebut Goenawan.
Dia mengatakan selebaran itu sudah tersebar dalam dua minggu terakhir ini. Pihaknya langsung terjunkan tim untuk selidiki kasus itu.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Polres sana (Bener Meriah), mudah-mudahan kita dapatkan pelakunya,” katanya.
(mag-70/ibi/mai/iil/JPG/jpnn/sdf)



OLAH RAGA-Indra Sjafri Pernah Jumpa Andri Syahputra di Barcelona

Senin, 06 Februari 2017

Indra Sjafri Pernah Jumpa Andri Syahputra di Barcelona

cnnindonesia.com
Feb 5, 2017 6:37 PM
Indra Sjafri Pernah Jumpa Andri Syahputra di Barcelona
Indra Sjafri ketika bertemu dengan pemain muda Indonesia, Andri Syahputra di Barcelona.(Dok. Pribadi Indra Sjafri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri telah mengetahui soal bakat Andri Syahputra dan pernah berbicara langsung dengannya di Barcelona.
Andri adalah pemain 17 tahun Indonesia yang kini berkompetisi di Liga Utama Qatar U-19 bersama klub Al-Garafa. Sekretaris Jenderal PSSI Ade Wellington menyatakan bahwa Andri beserta beberapa pemain Indonesia lain yang sedang berkompetisi di luar negeri akan dipanggil untuk membela tim nasional.
Khusus untuk Andri, Indra menyatakan dirinya pernah bertemu dengan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut ketika keduanya sama-sama sedang mengunjungi Barcelona. 
"Dulu pernah bertemu dengannya di Barcelona, dia mengungkapkan keinginan bermain untuk tim nasional," kata Indra ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (5/1) sore.
Andri sendiri telah berada di Qatar sejak nyaris sembilan tahun lalu. Sebelum membela Al-Gharafa, ia dididik di akademi Aspire. Andri mengejutkan publik sepak bola Indonesia ketika tim senior Al-Gharafa menurunkannya sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Al-Sadd, 21 Januari silam.
Andri diturunkan di menit ke-61. Laga itu adalah pertandingan perdana Andri di Liga Bintang Qatar.
Indra Sjafri meninggalkan posisinya sebagai pelatih Bali United untuk memimpin timnas U-19.
Indra Sjafri meninggalkan posisinya sebagai pelatih Bali United untuk memimpin timnas U-19. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Menanggapi isu soal keinginan Qatar menaturalisasi Andri, Indra sendiri tetap optimistis bisa mengajaknya bergabung.
"Saya kira tidak segampang itu warga negara Indonesia diiming-imingi untuk pindah. Saya berharap orang-tuanya tetap berkeinginan agar Andri membesarkan nama Indonesia," tutur Indra. 
Namun Andri bukan satu-satunya pemain yang jadi fokus Indra untuk merebut supremasi di Piala AFF U-19 di Myanmar nanti.
"Siapapun pemain Indonesia yang berada di luar negeri, kami akan memberi kesempatan untuk bermain di tim nasional U-19," kata pelatih yang melepaskan posisi sebagai pelatih kepala Bali United untuk memenuhi panggilan menangani timnas tersebut.
Saat ini, Indra telah bergerak memantau perkembangan beberapa pemain dan berkomunikasi informal baik dengan asosiasi provinsi maupun pihak-pihak lainnya untuk mencari nama-nama yang akan mengisi skuatnya.
Ia juga memantau pelatih-pelatih Indonesia yang berada di luar negeri.
"Belum ada nama-nama lain yang bisa diungkapkan. Yang pasti waktu persiapannya pendek. Saya akan menyampaikan kepada PSSI rencana program saya, baru jadwal resmi kegiatan dan latihan disusun," tuturnya.


POLITIK-Dinilai Blunder! Iklan Anies-Sandiaga Ini Kata Netizen Justru Ajak Memenangkan Ahok-Djarot

Dinilai Blunder! Iklan Anies-Sandiaga Ini Kata Netizen Justru Ajak Memenangkan Ahok-Djarot

wow.tribunnews.com
Feb 7, 2017 8:32 AM
Dinilai Blunder! Iklan Anies-Sandiaga Ini Kata Netizen Justru Ajak Memenangkan Ahok-Djarot
Pasangan calon nomor urut 3, Anies Baswedan - Sandiaga Uno (kiri) dinilai netizen blunder setelah timnya memasang baliho iklan berisi 'mantan' (kanan). Begini penjelasan netizen, Selasa (7/2/2017). 
TRIBUNWOW.COM - Sebuah iklan dari pasangan calon Pilkada DKI Jakarta nomor urut 3 menarik perhatian publik.
Netizen justru bilang blunder bahkan iklan tersebut untungkan Ahok Djarot, Selasa ( 7/2/2017).
Seperti diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, sebuah foto baliho kampanye pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno bikin heboh.
Baliho itu terlihat simpel, dan cukup unik.
Tak ada gambar pasangan calon pada umumnya, hanya ada tulisan besar berbunyi "Jangan Lupa Lupain Mantan".
Foto baliho tersebut sedianya diunggah akun twitter Relawan Anies Sandi yang kemudian diretweet pengguna Twitter lainnya.
Postingan tersebut awalnya mendapat respon positif dari sejumlah netizen.
Namun beberapa waktu kemudian beralih 180 derajat, sebagian besar netter justru menilai iklan tersebut blunder.
Hal ini terkait kata 'mantan' dalam baliho yang dimaknai berbeda oleh sejumlah netizen.
Simak komentar-komentar netizen beserta penjelasannya.
Fiet Chyng Salwa: Oh iya MANTAN MENTERI dan MANTAN TENTARA ini iklan blunder malah semakin banyak ni yang pilih ahok jarot..
Alpin Nazril Amsb: Mantan menteri yang di pecat dan mantan tni dipaksa nyalon gitu maksud ente.....wk....wk....wk.... Prestasi peringkatnya 22.....
Wirzi: Hahahahaha....ini namanya super Blunder. Siapa Yg Mantan yg harus dilupakan ok mari kita lihat:
1. Paslon 1 Mantan Tentara
2. Paslon 3 Mantan orang gagal...eh maaf salah Mantan Menteri
3. Paslon 2 Status Gub dan Wagub sedang Cuti terpilih tidak terpilih jabatan periode ini baru selesai bulan Oktober.
So jadi siapa yang mantan ya.....ini iklan kampanye paling bodoh yang pernah saya tahu karena justru Bunuh Diri.
Atau mungkin Memang sudah kibar bendera Putih sehingga secara tidak langsung menyuruh pilih no 2 yg tidak ada Mantan...hehehehehehe
Iis Samiran: Wahh...Lupain saja mantan menteri pendidikan dan mantan tentara..
Gitu yah maksud iklan nih..Aku sih gak bakal gagal faham..Langsung paham saja..
Masih banyak tanggapan-tanggapan lainnya yang mirip di kolom komentar pada berita Tribunnews.com terkait.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari tim pasangan calon nomor urut 3.
Di Twitter foto tersebut masih dipajang. (*)


NU-Ini Sikap PCNU Solo Terkait Aksi Bela Islam 112

Ini Sikap PCNU Solo Terkait Aksi Bela Islam 112

republika.co.id
Feb 6, 2017 5:02 PM
Ribuan umat Islam berdoa dalam Aksi Bela Islam 3 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Ribuan umat Islam berdoa dalam Aksi Bela Islam 3 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ketua PCNU Solo, Helmy Akhmad Sakdilah, memastikan warga Nahdiyin Solo tak akan mengikuti aksi bela Islam 112 yang akan berlangsung di Jakarta pada Sabtu (11/2). 
Aksi Bela Islam  112 menyuarakan dukungan terhadap MUI dan menolak kriminalisasi terhadap ulama, menyusul pernyataan Ahok ke Ketum MUI Ma'ruf Amin.
"NU tidak pernah ada demo, kita tidak ada instruksi. Kalu mengecam kita tetap mengecam, tapi mengecam tak mesti demo kan," jelas dia.
Menurutnya, jika ada warga NU yang berangkat hal itu berdasarkan sikap pribadi, dan dia melarang membawa atribut-atribut organisasi.
"Tidak mengatasnamakan NU silahkan saja, tapi saya jamin tidak ada yang berangkat karena kalau mau berangkat harus lapor saya," kata dia.
Diketahui sekitar 500 orang umat muslim Solo akan berangkat menuju Jakarta pada Jum'at (10/2), untuk mengikuti aksi tersebut.
Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) telah memfasilitasi dua bus untuk perwakilan 13 elemen organisasi di Solo. Sementara itu menurut keterangan koordinator aksi DSKS, Rowi, terdapat 10 bus yang mengangkut masa lain dari Solo yang berasal dari pengurus-pengurus masjid dan kelompok lainnya.
Majelis Ulama Indonesia Surakarta akan melepas keberangkatan ratusan masa tersebut menuju Jakarta.


Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sendang Kalangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger