HUKUM-Hidung Jenazah Pasien Hilang, RSUD Bantul Digugat ke Polisi

Kamis, 26 Mei 2016

Hidung Jenazah Pasien Hilang, RSUD Bantul Digugat ke Polisi

Bayu Adi WicaksonoDaru Waskita (Yogyakarta)Kamis, 19 Mei 2016, 13:08 WIB
VIVA.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta dilaporkan sebuah keluarga ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini terkait dugaan pencurian organ tubuh dari jenazah pasien yang meninggal di rumah sakit itu.
Menurut pelapor, pihak RSUD Panembahan Senopati Bantul diduga telah mencuri organ tubuh jenazah pasien bernama Wakiyah (46) . Bagian organ tubuh yang diduga telah dicuri adalah bagian cuping hidung sebelah kiri.
Kuasa hukum keluarga almarhumah, Retna Susanti dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), organ tubuh Wakiyah diduga dicuri pada 30 Januari 2016, setelah Wakiyah dinyatakan meninggal sekitar pukul 04.00 WIB, setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.
"Pihak rumah sakit menawarkan untuk memandikan dan mengkafani almarhumah namun ditolak oleh pihak keluarga,"kata Retna, Kamis 19 Mei 2016.
Retna menjelaskan, bagian hidung Wakiyah diketahui telah raib saat jenazah akan dimandikan keluarga usai dipulangkan dari rumah sakit ke rumah duka di Dusun Jlagaran, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.
"Sesampai di rumah duka jenazah akan dimandikan, warga terkejut karena organ hidung sebelah kiri sudah hilang. Atas permintaan Pak RT maka didokumentasikan. Setelah dimandikan maka jenazah dimakamkan," katanya.
Pada tanggal 9 Februari 2016 anak almarhumah, yakni Purwanti menanyakan kondisi jenaszh ke pihak rumah sait . Namun pihak rumah sakit tidak memberikan penjelasan yang rasional meski sudah dibawakan foto kondisi hidung bagian kiri yang hilang.
"Karena tidak ada penjelasan dan justru semacam mengintimidasi sehingga tida ada solusi kongkrit dan akhirnya diselesaikan secara hukum," katanya.
Atas tindakan tersebut maka perbuatan oknum RSUD Senopati Bantul patut diduga telah melanggar pasal 64 ayat 3 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan.
"Isi dari pasal tersebut organ ada atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun," kata Retna
Sementara itu, Suparlan, kuasa hukum dari RSUD Panembahan Senopati Bantul, menyatakan pihak rumah sakit sama sekali tidak melakukan pencurian cuping hidung bagian kiri. Karena bagian cuping tersebut secara medis tidak bisa digunakan untuk apa-apa termasuk tidak bisa untuk transplantasi.
"Cuping hidung secara medis tidak bisa digunakan untuk transplantasi," kata Suparlan.
Menurutnya penanganan jenazah juga sudah ada SOP yaitu, minimal dua jam jenazah dinyatakan meninggal baru boleh dibawa pulang keluarga dan ada proses penyerahan jenazah dari pihak rumah sakit kepada pihak keluarga.
"Dalam penyerahan tersebut pihak keluarga juga diperlihatkan kondisi jenazah sehingga dipastikan keluarga tahu kondis jenazah terakhir kalinya,"kata dia.
(ren)

OTOMOTIF-Honda Indonesia Minta Pemilik Mobil Terdampak Recall Segera ke Diler


JAKARTA - Beberapa waktu lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) melakukan kampanye penarikan untuk perbaikan (recall) terhadapairbag di beberapa produk yang dijual di Indonesia. Meski sudah menyebarkan informasi, namun ternyata belum semua pemilik mobil mendatangi diler resmi.
Jonfis Fandy, marketing and aftersales service director HPM mengatakan, pihaknya terus berupaya memanggil para pemilik mobil yang masuk dalam catatan recall untuk memperbaiki mobil mereka.
"Kami masih terus memanggil konsumen untuk datang via direct maupun rilis lewat media. Mudah-mudahan yang baca datang," ujarnya.
Meski demikian, Jonfis mengatakan kampanyerecall memang tak selalu bisa seluruhnya dilakukan karena banyaknya pemilik mobil yang kurang merespons panggilan yang sudah dilakukan.
"Ada saja yang enggak baca e-mail atau pun media, itu mungkin bisa lolos. Tapi kalau dia sering mengunjungi diler Honda atau dengar dari temannya, karena recall airbag ini bukan cuma dari Honda saja, tapi semua. Jadi rasanya orang yang bawa mobil juga tahu," tambahnya.
Karena itu, Jonfis menegaskan perbaikan atau penggantian komponen pada airbag merek Takata tidak dikenakan biaya karena merupakan bagian dari tanggung jawab produsen.
"Masalah recall Takata airbag lebih urgentdibanding recall lain. Jadi kami sangat menyarankan untuk segera datang ke bengkel resmi," bebernya.
Seperti diketahui, pada Februari 2016, HPM mengumumkan penarikan besar-besaran terhadap enam model di Indonesia.
Recall dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan airbag tidak mengembang sebagaimana mestinya saat terjadi benturan.Airbag mungkin saja mengembang secara berlebih (overdeployment) akibat tekanan gas yang berlebihan sehingga berpotensi membahayakan pengemudi atau penumpang depan ketika terjadi kecelakaan. Airbagmengembang disertai lontaran benda logam yang dapat mengenai wajah atau leher pengemudi saat terjadi kecelakaan.
Mobil yang di-recall antara lain, 2.856 unit Accord produksi 2004–2007, 16.276 unit Civic produksi 2002–2011, 41.538 unit City produksi 2004–2013, 104.651 unit CR-V produksi 2002–2012, 199.167 unit Jazz produksi 2004–2014, dan 2.526 unit Stream produksi 2002–2006.
(ton)

MEDSOS-Bikin Status Melecehkan Orang Jawa, Akun Facebook Cewek Cantik Ini Paling Dicari

Bikin Status Melecehkan Orang Jawa, Akun Facebook Cewek Cantik Ini Paling Dicari


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dunia sosial kembali dibikin heboh oleh postingan yang kurang etis. Kali ini pemilik akun Facebook, Vhia Valenvhi memajang tulisan hinaan yang terkesan melecehkan orang jawa.
“Semua presiden dari jawa, kenapa dia gak ngasih kesempatan pada orang di luar jawa,karna orang jawa takut gak makan kalau presidennya bukan dari jawa, pantesan gg maju2 indonesia, padahal jawa itu bodoh, merantau dimana2 jadi babu dan kuli kasar,” demikian status Facebook Vhhia Valenvhi yang dibuat pada Jumat (26/5/2016).
Beberapa menit kemudian, Vhhia Valenvhi kembali membuat status yang tak kalah heboh. Ia menyebut orang Jawa jadi babu dan kuli kasar di perantauan.

“Emang benar kok di mana -mana jawa kalau merantau jadi babu dan kuli kasar , salahnya dimana,” imbuhnya.
“Orang jawa itu punya otak di dengkul semua liat aja di lampu merah, banyak pengemis2 yg kerjanya mengharapin uluran tangan orang lain, payah,” tandas Vhia Valenvhi.
Status rasis Vhia Valenvhi langsung menjadi viral di Facebook. Ia dibully dan menjadi bulan-bulanan netizen.
“Heh mbk lak ngomong itu bacotnya mbok dijaga emamg situ udah sukses jadi apa emang?? Uda kaya comberan bau bangke mulutmu itu,” komentar akun Lusi Qweenerra.
“Enaknya laporin kepolisi za X yah ben mati sekalian,, tandane wong jawa pinter buktine bisa ddi presiden goblog,,, uteke di enggo y!!! Utek u sg ning dengkul,” komentar akun Lina Dwi.
Sementara netizen lainnya meyakini Facebook Vhia Valenvhi adalah akun palsu. Ada pula yang menyebut akun Vhia Valenvhi di-hack oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Hati” itu mungkin akun palsu, sengaja bikin kisruh. Telusuri secara detail alamat nya, kalo ketemu kita siapin gorok buat mutilasi hhhhmmm,” komentar akun Uti Miraz.
“Akun palsu pecundang klo jantan jgn berani y cm di fb ayo berkelahi km anak mana? Monyet Anjing,” tambah Aldy Ajah.
“Wahh gw sumpahin hacker INI tangannya cacat seumur hidup.. biar ga B’s ngetik status menghina RAS org lain..EMANG SITU OKE.. SIRIK TANDA TAK MAMPU,” tandas Nitha. (one/pj1)

OTOMOTIF-Yamaha NMax Banyak Keluhan, Konsumen Layangkan Somasi

SURAKARTA (DP) – Salah satu konsumen Yamaha NMax ABS di Surakarta, melayangkan surat somasi kepada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), sebagai langkah tuntutan kepada Yamaha Indonesia untuk mengambil tindakan penarikan kembali (recall).
Melalui surat somasi bernomor 050/S/LF.MT&P/III/2016, dinyatakan bahwa NMax ABS bernomor polisi AD 5775 XH dengan STNK atas nama Yaumil Amalia Taufiq, mengeluhkan sejumlah kondisi abnormal, antara lain; NMax dengan nomor rangka MH3SG3110FK001060, ketika kendaraan melaju tiba-tiba mesin motor mati dan tidak bisa di starter elektrik, sehingga harus menunggu beberapa saat.
Selain itu, ketika motor di parkir dan tidak dipakai dalam jangka waktu lama, elektrik starter juga tidak mau menyala. Tidak hanya itu saja, sejumlah keluhan lainnya seperti stand (penyangga) samping tidak seimbang dengan jarak sumbu sepeda motor, sehingga sering terjatuh saat parkir. Juga dikeluhkannya soal kenyamanan suspensi.
Menurut Dr. Muhammad Taufiq, S.H.,M.H selaku pemakai NMax ABS (penggugat), bahwa sejumlah kondisi abnormal tersebut sudah dilaporkan ke pihak dealer Yamaha terdekat, namun hanya ditanggapi ringan.
“Sudah kami bawa ke dealer, soal keluhan tidak bisa di starter dan mesin motor yang tiba-tiba mati saat berkendara, hanya ditimpali karena terkena air saja,” ucapnya kepada Dapurpacu.com, Selasa (15/3).
Selain Taufiq, ada enam orang pengguna NMax lainnya yang juga mengalami keluhan sama, dan juga sudah dibawa ke pihak dealer namun tidak mendapatkan solusi perbaikan yang tepat.
“Ada 6 orang teman saya yang tergabung di klub YMCI chapter Solo Raya juga mengalami keluhan sama. Teman-teman sudah juga lapor ke dealer dan mendapat perlakuan sama. Bahkan ada dua teman lain yang mesinnya benar-benar mati saat berkendara dan tidak bisa lagi dihidupkan,” lanjut Taufiq.
Sebelum mengirim surat somasi ke YIMM, Taufiq juga sudah melakukan konsultasi dan menyampaikan sejumlah keluhan tersebut kepada perwakilan Yamaha Semarang, namun lagi-lagi hanya ditanggapi ringan.
“Kita sudah berbicara dengan perwakilan Yamaha Semarang, dengan pak Hendro bagian Promosi, tapi jawabannya hanya terima kasih karena sudah dikasih tahu dan pihaknya akan melakukan evaluasi,” keluh Taufiq.
Saat dikonfirmasi ke pihak YIMM, Asisten GM Marketing Yamaha Indonesia Mohammad Masykur menanggapi, bahwa pihaknya sampai saat ini belum menerima surat somasi yang dimaksudkan. Jika pun ada, maka Yamaha akan terlebih dulu melihat bagian mana yang dikeluhkan konsumen, apakah sisi produk atau layanan.
“Jika memang nanti kami terima, maka kita pelajari dulu apakah konsumen tidak puasnya pada sisi produk atau layanan dealer. Jika konsumen sudah melaporkan ke pihak dealer terdekat dan tidak dilayani, saya sarankan untuk langsung menghubungi call center pusat saja,” terangnya.[dp/Rdo]

PEMERINTAH-Soal Blokir Game Online, Pemerintah Pilih Sistem Rating

Soal Blokir Game Online, Pemerintah Pilih Sistem Rating

VIVA.co.id – Pekan lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengadakan rapat membahas Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur soal game online.Pembahasan berlanjut dengan solusi untuk menggunakan sistem rating. Namun rapat belum menemukan titik akhir sebab, salah satu unsur yang berkepentingan dalam rapat tidak hadir.

“Kita rencananya akan rapat lagi untuk bikinrating, rencananya bikin rating, cuma kan kemarin Ibu Yohana (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) enggak ada. Jadi belum ketemu sama Bu Yohana,” ujar pria yang akrab di sapa RA itu kepada VIVA.co.id saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis 26 Mei 2016.

Diketahui, guna menindaklanjuti permintaan pemblokiran 15 game online, tiga menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menkominfo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan rapat.
“Permennya sudah ada,” kata Rudiantara waktu itu.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyerukan kepada masyarakat agar menghindari dampak buruk yang ditimbulkan dari game online.

Dalam keterangannya, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, ada hal positif dan negatif dari game onlineMenurut Anies, ada studi yang menyebutkan, anak yang terbiasa main game yang sesuai umurnya, ternyata mereka pengambil keputusan yang cepat dan berani, berlatih dari game. Tetapi sebaliknya, jika anak-anak memainkan permainan untuk dewasa maka bisa menimbulkan dampak negatif. Mereka akan kecanduan karena adrenalin yang terpacu dan bisa berperilaku brutal.

Untuk diketahui, sebanyak 15 game onlinesebagaimana dikutip dalam laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id dinyatakan mengandung kekerasan dan berbahaya bagi anak-anak.

Game tersebut yaitu World of Warcraft, Grand Theft Auto (GTA), Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon. Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict, dan VietnamBully.
© VIVA.co.id
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sendang Kalangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger