Jokowi Ingin Pelabuhan, Bandara, Hingga
Listrik Dibangun di Natuna
Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jakarta - Kamis lalu (23/06) Presiden Joko Widodo
(Jokowi) bersama sejumlah menteri menggelar rapat
terbatas di atas KRI Imam Bonjol 383 di tengah
perairan Natuna, Kepulauan Riau. Salah satu menteri
yang hadir adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas,
Sofyan Djalil.
"Pak Presiden datang ke sana untuk melihat
pembangunan wilayah perbatasan. Karena salah satu
program pemerintah adalah percepatan
pembangunan wilayah perbatasan. Natuna
termasuk," ujar Sofyan, usai rapat tertutup bersama
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Kantor Bappenas,
Jakarta, Jumat (24/06/16).
Selain itu, Sofyan mengatakan, Jokowi menanyakan
bagaimana perkembangan sistem pertahanan,
kawasan laut, dan pengembangan kawasan soal
pengembangan energi.
"Misalnya, proyek natuna D Alfa. Dan banyak blok-
blok lain yang sudah ditender," katanya.
Jokowi ingin adanya pengembangan di Natuna
sebagai wilayah perbatasan. Sehingga nantinya akan
dibangun sejumlah prasarana dan sarana
infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, hingga listrik.
"Juga infrastrukturnya, listriknya, jalannya,
pelabuhan ikan, bandara diperpanjang. Itu semua
bagian dari pengembangan wilayah perbatasan.
Kemudian menambah lalu lintas transportasi, feri.
Karena jauh sekali natuna loh. Dari Pontianak kalau
naik kapal sekitar 12 jam. Kalau ke Riau sekitar 2 hari.
Jadi jauh sekali," lanjutnya.
Namun ia mengatakan, kebutuhan dana yang akan
dianggarkan untuk pembangunan kawasan Natuna
ini masih akan dirapatkan lebih lanjut.
"Nanti rapat lagi," pungkasnya.
(wdl/wdl)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !