China Curi Ribuan Organ Tubuh Terpidana Mati
Reporter: Denny Armandhanu, CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- China dilaporkan masih
melakukan praktik lama yang mereka klaim telah
dihentikan, yaitu mencuri organ tubuh para
terpidana mati. Laporan terbaru menunjukkan, ada
ribuan terpidana mati yang diambil organ tubuhnya
di China.
Menurut laporan yang dibuat oleh mantan anggota
parlemen Kanada David Kilgour, pengacara HAM
David Matas dan Jurnalis Ethan Gutmann, dikutip
CNN, Kamis (23/6), China masih melakukan
pengumpulan organ tubuh tahanan secara sistematis
dan masif. Laporan ini dibuat berdasarkan
pengumpulan data dari berbagai rumah sakit di
China.
Menurut Partai Komunis China, setiap tahunnya ada
sekitar 10 ribu pencangkokan organ tubuh di negara
itu. Namun berdasarkan survei ke berbagai rumah
sakit yang menangani transplantasi organ, jumlah
pencangkokan jauh lebih besar.
Laporan memperkirakan ada sekitar 60 ribu hingga
100 ribu organ yang dicangkok di rumah sakit China.
Organ-organ tubuh ini disebut didapatkan dari para
terpidana mati, kebanyakan tahanan kasus politik
atau keagamaan yang terlarang, seperti Falun Gong,
Uighur, Tibet atau umat Kristen.
Falun Gong merupakan sekte terlarang di China dan
dianggap menyebarkan paham anti-Beijing sejak
tahun 1999. Menurut Amnesty International, puluhan
ribu penganut Falun Gong ditahan dan disiksa.
Laporan ini menunjukkan bahwa para tahanan Falun
Gong dipaksa menjalani tes darah dan uji medis
lainnya. Hasil tes medis mereka kemudian
dimasukkan ke database sumber pendonor organ.
Jumlah organ tubuh yang luar biasa besar dari para
terpidana mati ini menguntungkan rumah sakit dan
dokter, membuat industri ini berkembang pesat.
Menurut data resmi China, ada lebih dari 100 rumah
sakit di negara itu yang memiliki izin melakukan
pencangkokan organ. Namun laporan menunjukkan
ada 712 rumah sakit yang melakukan cangkok hati
dan ginjal.
Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Nasional
China yang menangani donasi organ tubuh di China
belum mengeluarkan pernyataan terkait laporan ini.
Laporan ini akan disampaikan ke Komisi Hubungan
Luar Negeri Dewan Amerika Serikat pada Kamis.
"Praktik rezim [China] yang menjijikkan dan tidak
manusiawi dengan merampok kebebasan dari
seseorang, melemparkan mereka ke penjara dan
kamp kerja paksa, lalu mengeksekusi dan mencuri
organ tubuh mereka untuk pencangkokan harus
dihentikan seluruhnya," kata Anggota dewan AS,
Ileana Ros Lehtinen, dalam pernyataannya.
Untuk niat baik
Sebenarnya praktik pencurian organ tubuh tahanan
telah dilakukan oleh China selama puluhan tahun.
Baru pada 2005 China mengakui adanya praktik
tersebut dan berjanji memperbaikinya.
Lima tahun kemudian, Huang Jiefu, direktur Komisi
Donasi Organ China mengatakan dalam jurnal medis
The Lancet, lebih dari 90 persen transplantasi organ
masih berasal dari terpidana mati.
China adalah salah satu negara dengan angka
eksekusi mati tertinggi di dunia. Tahun 2014,
sedikitnya ada 2.400 orang dieksekusi mati di China,
berdasarkan data Death Penalty Worldwide.
Pada akhir 2014, China menyatakan akan beralih ke
sistem donasi organ sepenuhnya. Namun
kenyataannya, hanya sedikit sekali orang yang mau
menyumbangkan organ tubuh mereka.
Antara tahun 2012 hingga 2013, hanya ada 1.400
orang yang mendaftar untuk menyumbang organ
tubuh mereka, sementara ada lebih dari 300 ribu
orang yang butuh pencangkokan organ setiap
tahunnya di negara itu.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !