Demi Merdeka, Aktivis Tuntut Hong Kong Jadi
Koloni Inggris
Reporter: Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok aktivis Hong
Kong mendirikan partai politik baru guna menuntut
kemerdekaan penuh negaranya dari China dengan
cara terlebih dahulu kembali menjadi koloni Inggris.
Dengan nama Perserikatan untuk Kembali Lanjutkan
Kedaulatan Inggris atas Hong Kong dan
Kemerdekaan, partai itu terbentuk Maret lalu dan
berencana untuk mengajukan calon dalam pemilu
Dewan Legislatif pada September mendatang.
Perserikatan ini merupakan partai kedua di Hong
Kong yang menuntut kemerdekaan penuh negaranya.
Berbeda dengan Partai Nasional, Perserikatan
memiliki cara sendiri untuk mendapatkan
kemerdekaan itu, tak langsung merebutnya dari
China.
Salah satu pemimpin utama partai baru itu, Billy Chiu
Hin-chung, mengatakan bahwa mereka ingin Hong
Kong menjadi koloni Inggris terlebih dahulu. Setelah
itu, mereka akan meminta Inggris untuk
memerdekakan Hong Kong.
Menurutnya, ini sangat logis karena mereka tak
mengakui Deklarasi Bersama antara China dan
Inggris.
Deklarasi bersama itu ditandatangani pada 1984 oleh
Partai Republik China dan Perdana Menteri Inggris
kala itu, Margaret Thatcher, dan Pemimpin Republik
Rakyat China, Zhao Ziyang.
Dalam deklarasi itu, pemerintah China meyatakan
bahwa mereka memutuskan untuk meneruskan
kedaulatan atas Hong Kong dan mulai
diimplementasikan pada 1997. Inggris juga
menyatakan akan menyerahkan Hong Kong di tanggal
yang sama.
"Kami tak mengakui Deklarasi Bersama Sino-Inggris.
Jadi, hasil paling logis adalah Hong Kong kembali ke
pemerintahan Inggris. Ini hanya transisi. Kami harus
menuntut kemerdekaan penuh," ujar Billy seperti
dikutip South China Morning Post, Selasa (21/6).
Meskipun sama-sama bertujuan untuk
memerdekakan diri dari Beijing, Billy menegaskan
bahwa mereka tak memiliki hubungan dengan Partai
Nasional. Menurutnya, format negara merdeka yang
diminta oleh Partai Nasional bukan merupakan
"kemerdekaan murni."
"Partai Nasional mengklaim mereka akan menerima
warga asing yang hijrah ke Hong Kong [sebagai
warga Hong Kong]," katanya.
Billy sendiri bukan wajah asing di dunia politik Hong
Kong. Ia pernah bergabung dengan Liga Demokrat
Sosial sebelum kemudian mendirikan kelompok
protes Hongkongers COme First pada 2013.
Ia menarik perhatian media dengan mengibarkan
bendera Hong Kong era kolonial dalam beberapa aksi
protesnya.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !