Foto Jembatan Soekarno Hatta Malang
melengkung menimbulkan kehebohan di media social khususnya netizen di
Malang. Setelah menimbulkan kehebohan akhirnya diklarifikasi oleh
Pemkota Malang bahwa motor yang menggambarkan kemelengkungan Jembatan
SoeHatt itu merupakan Hoax. Namun berbeda dengan pendapat pakar, bahwa
Jembatan Soehatt memang melengkung tapi tidak seekstrim foto hoax
tersebut. Nah lho ?

Ketua
Tim Studi Forensik Jembatan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
sekaligus Kajur Teknik Sipil UB, Ir. Sugeng Prayitno Budi, MS telah
melakukan investigasi dan hasilnya sungguh mencengangkan terkait
jembatan milik pemprov jatim yang dibangun tahun 1988 ini. “setiap
jembatan boleh melendut (melengkung, red). Tapi memperhitungkan panjang
60 m sisi selatan jembatan Suhat, melendutnya maksimal 6 cm. Temuan
kami, jembatan sudah melendut 10,8 cm (kebawah) “ ujarnya sebagaimana
diberitakan malang-post.com
(3/3). Selain itu, masyarakat juga telah merasakan getaran bila
melintasi jemabatan ini yang menurutnya sudah melewati batas aman
getaran.
Sebuah penelitian Jembatan Suhat ini telah dilakukan pada tahun 2013 silam dan telah dipublikasika pada sebuah portal ilmiah (http://sipil.studentjournal.ub.ac.id…rticle/view/6) edisi
I 2014 (waktunya hampir bersamaan ketika muncul pertama kalinya issue
jembatan Suhat ambruk 2 tahun lalu), menjelaskan kondisi riil jembatan
Suhat berdasarkan perhitungan teknik, yang mana menyimpulkan bahwa
“Ditinjau dari aspek usia fatik, sisa usia fatik jembatan adalah 14,206
tahun, dan sudah jauh melewati batas usia fatiknya yang direncanakan
hanya 25 tahun.”

Namun begitu, ternyata Pemerintah
Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa jembatan itu masih tergolong aman.
“Setelah menerima data teknis dari Dinas PU Bina Marga dan pantauan
@bpbd_jatim saya pastikan jembatan Suhat aman.*Pakde Karwo*,” tulis
Dr.H.Sukarwo, M.Hum melalui akun Twitternya, @pakdekarwo1950.
Selain itu Sejumlah pihak langsung
melakukan peninjauan ke lokasi, termasuk Dinas Bina Marga dan Kementrian
Pekerjaan Umum (PU). Mereka melakukan pemotretan dan pengukuran, serta
menyatakan jembatan dalam kondisi aman. Pemotretan pun dilakukan dengan
memakai Drone agar dapat melihat gambar jembatan secara utuh dari
berbagai sisi.
Entahlah…kembali
ke teman-temans percaya pada kata pakar apa kata pemerintah? kondisi
antara “Bahaya” versi akademisi dan “Aman” versi pemerintah. Yang jelas
hati-hati saja bagi warga malang yang melintasi Jembatan yang
menghubungkan jalan seokarno hatta dan jalan dekat universitas brawijaya
malang ini.
Ahli konstruksi jembatan Universitas
Brawijaya, Malang, Prof Dr Sri Murni Dewi, menyatakan, Jembatan
Soekarno-Hatta yang kondisinya dinilai sudah membayahakan masih bisa
diselamatkan dengan cara memperbaiki pengikatnya.”Usia konstruksi
jembatan rata-rata maksimal memang 20 tahun dan untuk Jembatan
Soekarno-Hatta ini sudah lebih dari usia maksimal, namun konstruksi dan
kondisi jembatan baja tersebut masih bagus, hanya pengikatnya saja yang
perlu diperbaiki,” tegas Dewi sebagaimana dilansir antaranews.com 1 Desember 2013 silam
Agar lendutan tidak bertambah tentu
diperlukan perawatan sehingga tingkat bahaya semakin berkurang seperti
anjuran Profesor tersebut. Dan ternyata biaya perawatan Jembatan itu
juga mahal mantemans….informasinya mulai dari 900 milyar hingga melebih
1T lho….weh2…
Monggo hati2 saja yah kalau sedang melintas…
Maturnuwun
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !