PERHUBUNGAN-Kemenhub Wajibkan Operator Rafelia II Angkat Bangkai Kapal di Selat Bali

Minggu, 06 Maret 2016

Kementerian Perhubungan mewajibkan PT Dharma Bahari Utama, pemilik kapal Rafelia II, untuk mengangkat kapal dari perairan Selat Bali. Kemenhub juga mencabut izin operasi Rafelia II yang tenggelam pada hari Jumat (4/3).

"Terhadap pemilik kapal yaitu PT. Darma Bahari Utama, Kemenhub selain mencabut izin operasi kapal Rafelia II, juga sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pemilik kapal wajib untuk melakukan penyingkiran bangkai Kapal (selvege). Setiap kapal harus atau wajib dilengkapi dengan asuransi untuk penyingkiran bangkai kapal," kata Humas Kemenhub Sindu Rahayu Siswadi dalam keterangannya, Sabtu (5/3/2016).

Sindu mengatakan Kemenhub sudah mengerahkan 2 kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yaitu KN. Cundamanik dan KN. Grantin untuk membantu mengevakuasi korban.

Selain itu, Kemenhub juga telah memerintahkan Kapal Navigasi Kelas I Distrik Navigasi Surabaya, KN. Prajapati untuk ke lokasi musibah dan melakukan penandaan lokasi agar dapat dilihat oleh kapal-kapal yamg berlayar di sekitar lokasi.

"Kemenhub juga telah menugaskan pihak KNKT untuk melakukan investigasi dan penelitian terhadap kecelakaan ini. Saat ini posisi lima investigator KNKT sudah berada di lokasi," sambung Sindu.

Terkait dengan pemeriksaan kecelakaan kapal, syahbandar atau pejabat yang ditunjuk Kemenbuh dapat melakukan pemeriksaan pendahuluan sebagaimana diatur dalam PM 55 Tahun 2006 tentang pemeriksaan kecelakaan kapal. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya disampaikan kepada Mahkamah Pelayaran untuk kemudian akan dilakukan sidang terkait profesi pelaut.

"Kemenhub juga telah meminta pihak asuransi penumpang untuk mempercepat proses pemberian santunan," ujar Sindu.

Hingga saat ini ada 4 korban meninggal di dalam kapal yang ditemukan dan telah diidentifikasi tim Disaster victim identification (DVI) Polda Jatim.

Mereka adalah Eloh Masturoh dan anaknya Mohammad Ramlan warga Olehsari, Kecamatan Glagah Banyuwangi, Agus Tia warga Karawang dan Puji Purnomo. Sedangkan nakhoda kapal bernama Bambang S Adi hingga saat ini belum ditemukan.
(fdn/fdn)

http://news.detik.com
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sendang Kalangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger