Foto: Putri Akmal/detikcom
"Kami berterima kasih, semua pihak merespons tragedi ini dengan sangat cepat. Bahu-membahu semuanya, tidak saling menyalahkan. Basarnas bahkan mengerahkan sekitar 200 personelnya, nelayan setempat juga turun membantu pencarian korban," ujar Anas saat memberi keterangan bersama KNKT, Sabtu (5/3/2016).
Nelayan sekitar Ketapang memang gerak cepat. Begitu mengetahui Rafelia hendak tenggelam, mereka sudah siap mengevakuasi. Alhasil, banyak penumpang yang terselamatkan.
Hingga sore ini, 4 dari 5 korban yang dinyatakan hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Rafelia II di perairan Selat Bali pada Jumat (4/3), telah ditemukan. Keempat tersebut terdiri atas 2 pria, 1 perempuan, dan 1 bayi laki-laki.
Dua jenazah pria adalah mualim kapal, Puji P dan seorang sopir truk bernama Agustia asal Karawang, Jawa Barat. Adapun Ibu dan anaknya masing-masing adalah Masruroh (25) dan M Ramlan (18 bulan). Ada satu korban yang belum ditemukan, yaitu nakhoda Bambang S Adi.
Bupati Anas ikut menenangkan keluarga korban, di antaranya adalah ibunda korban Puji. Dia juga mendatangi RSUD Blambangan untuk melihat jenazah korban yang baru ditemukan. Termasuk menengok Agus Wahyudi, korban yang akan dioperasi karena patah tulang di bagian kaki.
"Saya sudah sampaikan ke asuransi, mohon proses pencairan klaim jangan dipersulit," tutup Anas. (try/try)
http://m.detik.com
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !