PROFIL-Dengan Semangat Yang Tinggi, Berangkat Dari Anak Seorang Pemulung Akhirnya Pemuda Ini Berhasil Menjadi Anggota Polisi

Minggu, 06 Maret 2016





Medio 2015 lalu, seseorang anak pemulung mendatangi Mako Polda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya. Berbekal ijazah SMK TPI Gedangan, Sidoarjo, Yuda Satria, si anak pemulung ini turut berkompetisi dengan beberapa ribu pemuda yang lain mendaftar jadi anggota polisi.

Akhirnya, pemuda 21 th. ini lulus tes. Serta pada 31 Juli 2015 lalu, bersama 152 lulusan yang lain, dia diberangkatkan ke Mojokerto untuk ikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN).

 " Saat ini telah di Jakarta (Mabes Polri). Semua telah ditampung di Jakarta saat ini, " kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono, Selasa tempo hari (1/3).

Atas prestasi, tekad serta semangat Yuda menginginkan jadi polisi, diapresiasi oleh pihak kepolisian serta pantas jadi contoh untuk pemuda-pemuda yang lain. Bagaimana tidak, sebagai anak dari seseorang pemulung, tiga dari empat bersaudara ini, tidak pernah menyerah pada nasib.

Dengan berbekal ijazah SMK, dia bekerja banting tulang menolong orang tuanya. Sambil kerja sebagai kuli serabutan, warga Desa Bangah, Kabupaten Sidoarjo ini, lalu dengan semangat serta kemauan mendaftar sebagai anggota polisi di Polda Jawa Timur.

 " Dengan keadaan seperti itu, dia masihlah dapat serta semangat. Tak kurang percaya diri dengan peserta yang lain. Ini jadi pelajaran utama untuk orang-orang, untuk jadi polisi, dapat pergi dari kelompok manapun, tidak perduli miskin atau kaya, semua dapat mungkin saja jadi polisi, " ucap Argo.

Dia meneruskan, untuk jadi polisi, yang dibutuhkan yaitu ketahanan fisik, semangat, disiplin serta kecerdasan. " Keadaan kesehatan (fisik) serta kecerdasan itu yang dibutuhkan untuk jadi polisi. (pendaftaran) tak ada yang membayar, " ucapnya.
http://www.kawasannusantara.com
Info yang dikumpulkan di internal bagian kehumasan Polda Jawa Timur, waktu masihlah ikuti tes masuk anggota polisi, Yuda mengakui begitu suka waktu tahu lulus tes. Putra ke tiga pasangan Sunarto serta Riniwati ini dapat mengakui, kesuksesannya sebagai anggota polisi bakal jadi tumpuan untuk keluarganya.

 " Saat itu, dia (Yuda) mengakui tak menganggap dapat lolos masuk jadi polisi. Dengan dapat jadi polisi, diakuinya bakal jadi tumpuan untuk keluarganya. Waktu turut pendidikan, ibunya bekerja sendirian menghidupi anak-anaknya yang lain, " kata anggota polisi di internal bagian kehumasan.

Sebelumnya diberangkatkan ke SPN di Mojokerto, Yuda sempat juga bercerita kisahnya ke sebagian anggota polisi yang ajukan pertanyaan padanya. Sampai kini, dia bekerja sebagai pemulung menolong ibunya. Sedang ayahnya, wafat dunia saat Yuda masihlah duduk di bangku kelas dua SD.

Kakak pertama Yuda, telah menikah serta tinggal jauh di Padang, Sumatera. Kakaknya yang nomer dua, masihlah kuliah serta bekerja seadanya. Tengah Yuda, juga turut menolong ibunya bekerja sebagai pemulung. Adiknya yang keempat masihlah sekolah.

Dan mulai sejak ditinggal ayahnya, sembari sekolah, Yuda turut bekerja menolong ibunya mengais rejeki. Mulai sebagai kuli serabutan, jadi pemulung, sampai tukang bersihkan mobil dia lakoni. Keadaan itu dia lakoni sampai tamat SMK pada 2014 lantas, serta hingga pada akhirnya di Tahun 2015, dia membulatkan tekad daftar sebagai anggota polisi.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sendang Kalangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger